This blog discusses all about farming, Technology, etc

Thursday, February 16, 2017

PADI DAN TEKNOLOGI MASA KINI


PADI DAN TEKNOLOGI MASA KINI



Nama : BINTANG FELIN PATRALAKSANA
Nim : 16.62.9236
Kelas : 16-Bachelor of Informatics


UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA





Abstrak


Selama ini produksi padi nasional masih mengandalkan sawah irigasi, namun ke depan bila hanya mengandalkan padi sawah irigasi .
Salah satu tantangan dalam pembangunan pertanian adalah adanya kecenderungan menurunnya produktivitas lahan. Disisi lain sumberdaya  alam terus menurun sehingga perlu diupayakan untuk tetap menjaga kelestariannya. Demikian pula dalam usahatani padi, agar usahatani padi dapat berkelanjutan, maka teknologi yang diterapkan harus memperhatikan faktor lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial, sehingga agribisnis padi dapat berlanjut.

Karya ilmiah ini dibuat dengan tujuan untuk memberi informasi kepada pembaca dalam membuat atau menghasilkan uang dengan cara membuat bisnis kecil sebagai peluang usaha yang menguntungkan. Sekarang ini tidak banyak orang yang yang kreatif dalam menciptakan inovasi baru Dewasa ini berbagai jenis benih unggul yang dijual berbagai pengusaha sangatlah banyak diminati oleh kalangan pengusaha di kota Besar maupun kecil.



  ISI
Salah satu strategi dalam upaya pencapaian produktivitas usahatani padi adalah dengan menerapkan inovasi teknologi yang sesuai dengan sumberdaya pertanian disuatu tempat, termasuk usaha tani di wilayah Nusa Tenggara Barat. Teknologi usaha tani yang dilakukan tersebut dirakit dengan menggunakan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu atau yang biasa disingkat dengan (PtT). Disini yang dimaksudkan adalah suatu pendekatan inovatif dalam upaya peningkatan efisiensi usahatani padi dengan menggabungkan komponen teknologi yang memiliki efek sinergistik yang artinya tiap komponen teknologi tersebut saling menunjang dan memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Sebelum melakukan proses tanam dengan menggunakan sistem PPT, tanaman padi yang akan ditanam harus memiliki syarat untuk pertumbuhannya yaitu pada lahan yang basah atau sawah irigasi, curah hujan saat ini bukan merupakan faktor pembatas tanaman padi, akan tetapi pada lahan kering tanaman padi membuthkan curah hujan yang optimum lebih dari 1.600 mm/tahun. Penerapan PTT harus berdasarkan empat prinsip, yaitu terpadu, sinergis, spesifik lokasi dan partisipatif yang artinya agar komponen teknologi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan setempat, maka proses perakitannya didasarkan pada hasil kajian kebutuhan dan peluang. Untuk itu, komponen teknologi dasar PTT yaitu menggunakan varietas padi unggulan atau varietas padi berdaya hasil tinggi dan atau bernilai ekonomi tinggi, benih yang bermutu dan berlabel serta pemupukan berimbang berdasarkan kebutuhan tanaman da status hara tanah dan cara pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.
Komponen yang dibutuhkan dalam penerapan PTT yaitu penanaman padi yang berumur masih muda dengan jumlah bibit terbatas anatara 1-3 bibit perlubang. Perlu disarankan menggunakan Varietas unggul baru yang dapat mampu beradaptasi dengan lingkungan untuk menjamin pertumgbuhan tanaman yang baik, dengan itu hasil yang diinginkan dan kualitas baik serta rasa nasi diterima dipasar. Benih yang bermutu adalah benih yang daya tumbuhnya tinggi dan bersertifikat.
Persiapan lahan dapat dilakukan secara sempurna (2 kali bajak dan 1 kali garu) atau olah tanah minimal atau tanpa sesuai keperluan dan kondisi. Faktor yang menentukan adalah kemarau panjang, pola tanam, jenis atau tekstur tanah. Dua kali dalam seminggu sebelum pengolahan tanah taburkan bahan organik secara merata diatas hamparan sawah. Bahan organik yang digunakan berupa pupuk kandang sebanyak 2ton/ha atau kompos jerami sebanyak 5 ton/ha.
Pemupukan dengan  cara pemberian berbagai unsur hara dalam bentuk pupuk untuk memenuhi kekurangan hara yang dibutuhkan tanaman berdarkan tingkat hasil yang ingin dicapai dan hara yang tersedia dalam tanah. Agar pemupukan efektif dan efisien, penggunaan pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah. Kebutuhan tanaman dapat diketahui dengan cara mengukur tingkat kehijauan warna daun padi menggunakan bagan warna daun.
Berikut akan saya lampirkan beberapa jenih benih pilihan para petani :

Inpari 31, 32 dan 33
Memilih beniih unggul tentunya sudah menjadi keseharian para petani di Indonesia termasuk varietas yang satu ini yaitu Inoari 31 32 dan 33. Varietas ini sengaja dirakit untuk menghadapi berbagai serangan OPT utaman padi seperti penyakit kresek/Xanthomonas dan wereng batang coklat yang insentisitasnya semakin tinggi akibat perubahan iklim di Indonesia sehingga diharapkan dengan hadirnya varietas yang baru ini mampu membantu petani memperoleh varietas padi unggul baru yang tahan terhadap hama dan penyakit. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu varietas padi inpari 31-33 sebagai berikut :

Yang pertama adalah Varietas Inpari 31, varietas berikut ini memiliki umur tanaman sekitar kurang lebih 112 hari setelah sebar, memiliki bentuk tanaman yang tegak, warna gabah kuning bersih. Varietas ini memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit wereng batang coklat biotipe 1 2 3 serta tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV dan VIII, tahan terhadap blas o33, agak tahan terhadap blas ras 133 serta tahan terhadap tungo ras Lanrang, anjuran untuk penanaman bibit ini cocok ditanam diekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggia 600mdpl.



Yang kedua adalah varietas Inpari 32, varietas ini memiliki umur tanam sekitar kurang lebih 120 hari setelah sebar, memiliki bentuk tanam yang tegak dan ketinggian tanaman mencapai kurang lebih 97cm. Varietas yang satu ini memiliki warna gabah yang kuning dan bersih serta kerontokan yang sedang, varietas Inpari 32 ini memiliki ketahanan terhadap penyakit wereng batang coklat biotipe 1,2 dan 3, tahan terhadap hawar daun bakteri petotipe III, agak tahan terhadap hawar daun bakteri petotipe IV dan VIII, tahan terhadap penyakit blas ras o33, agak tahan terhadap blas ras 073, serta agak tahan terhadap tungro ras lanrang. Untuk menanam varietas inpari 32 ini dianjurkan tanam dengan cocok ditanam diekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl.


Yang ketiga adalah Inpari 33, varietas yang satu ini tidak beda juga dengan varietas inpari 31 dan 32, yang membedakannya adalah umur tanam varietas ini memiki umur tanam kurang lebih 107 hari setelah sebar, memiliki bentuk tanaman yang tegak, tinggi tanaman mencapai kurang lebih 93 cm dan memiliki warna gabah kuning bersih sama seperti inpari 31 dan 32. Varietas ini memiliki ketahanan terhadap hama wereng batang coklat biotipe 1, 2 dan 3. Dan memiliki ketahanan terhadap penyakit hawar daun bakteri petotipe 3, agak tahan terhadap petotipe VIII, agak tahan blas ras 033, tahan ras 073 serta rentan tungro. Untuk varietas yang satu ini juga memiliki anjuran tanam sama seperti inpari 31 dan 32 yaitu ditanah ekosistem tanah dataran rendah sampai ketinggian 600mdpl.






KESIMPULAN
Teknik pengolahan tanah yang baik sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Hal ini harus dimulai dari awal, yaitu sejak dilakukan perbaikan pematang/galengan sampai perataan. Dalam proses tahapan pengolahan tanah harus diperhatikan dengan baik dan benar.




REFERENSI



Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

KLIK GAMBAR UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Apakah Artikel Ini Menarik?